Select Language

Wednesday, April 1, 2020

Menjaga Batas


Hembusan angin dari dermaga kepemimpinan
tak lagi menjadi pegangan.

Ambisi kekuasaan semakin mencengkam,
memanipulasi keadaan.

Penimbun semakin tambun,
rakyat melarat hampir sekarat.

Kepentingan tiada berjarak memaksakan kehendak.

Pahala dijulang tinggi meski nyawa sendiri dan liyan saling digadai.

Tiada lagi batas makrifat dan hakikat, aqidah dan syariat.

Kebaikan dan kemudharatan seakan tak lagi mutlak.

Menjaga jarak adalah membatasi keinginan syahwat hewani.
Perlu muhasabah diri dan dijiwai.

Membatasi segala pergerakan hidup insan akan menyelamatkan keadaan.
Jangan sampai berlebihan, karena makhluq ghaib Tuhan sedang mengusik kehidupan.

Kita sedang tidak aman.
Mungkin jua, karena semakin berkurangnya iman.

 #dirumahsaja
#coronamengintaisiapasaja

Sunday, May 5, 2019

Puasa Perdana Ramadhan

1 Ramadhan di tahun 2019 jatuh pada tanggal 6 mei dimana bertepatan dengan bulan dimana hasil pemilu akan diumumkan pada tanggal 20 mei.

Ramadhan kali ini menjadi sangat sakral dan "politis" bukan saja karena kandungan nilai ibadah yg dilipat gandakan didalamnya, namun juga kwalitas untuk mengendalikan diri terhadap nuansa hiruk pikuk politik yg sempat memanas belakangan ini.

Momen ramadhan di bulan ini mudah-mudahan seluruh komponen anak bangsa mampu menahan diri, mengendalikan diri dan mendisiplinkan diri.

Thursday, January 29, 2015

Ngeblok Lagi

Sekitar pukul 2 dini hari bertepatan dengan tanggal 30 januari 2015, akhirnya blog ini bisa kembali saya aktifkan. Lebih dua tahun lamanya saya alfa tidak memperbaharui tulisan-tulisan di dalamnya. Memang bukan masa yang singkat.


Friday, January 25, 2013

Maulid sebagai Media Penguatan Moral



Kita sekarang berada di bulan Rabi’ul Awwal, bulan dimana Nabi Muhammad saw. dilahirkan. Karena itu juga bulan ini sering disebut dengan bulan maulid atau maulud. Maulid Nabi Muhammad SAW dalam khazanah tradisi Islam acapkali diperingati dengan beragam ritual-religius. Peringatan dan ritualisme-religius tersebut di satu sisi merupakan cerminan cinta sekaligus penghormatan kaum Muslimin kepada sosok pribadi yang memesona, yakni Nabi dan Rasul terakhir dalam Islam, Muhammad SAW. 

Di sisi lain, upaya mengingat jejak dan kisah Nabi Muhammad SAW yang biasa diperingati setiap 12 Rabiul Awal itu, seharusnya bukan sekadar menjalankan tradisi dan ritualisme sesaat semata. Juga bukan kesempatan melantunkan kata pujian kepada Baginda Nabi, sebagaimana tertulis dalam Diba’i, Barzanji yang demikian akrab dalam telinga umat Islam di seantero nusantara.

Friday, December 28, 2012

Melihat dari Jendela Rumah Kita



Coba bayangkan suatu Minggu pagi yang cerah. Matahari bersinar lembut. Udara terasa sejuk. Di kejauhan terdengar burung-burung berkicau riang. Anda tengah merasakan indahnya hari ini. Sambil bersiul-siul kecil Anda membuka pintu rumah Anda. Tampak sebuah kotak berwarna coklat di depan pagar. Ternyata pagi itu Anda mendapat bingkisan. Pengirimnya pun tertera jelas di situ: tetangga sebelah rumah. Ada apa? Dengan tergesa-gesa Anda membuka kotak itu. Ternyata isinya sangat mengejutkan Anda: setumpuk kotoran sapi!

Wednesday, December 19, 2012

Menimbang Kebijaksanaan Habibie & Zainuddin Maidin



Nama Zainuddin Maidin, mendadak terkenal di Indonesia setelah melabeli mantan Presiden BJ. Habibie sebagai “the dog of imperialism”.  Maidin yang dikenal dengan sebutan Tan Sri Zam  ini juga menggambarkan Habibie sebagai sosok egois, memualkan, dan  pengkhianat bangsa Indonesia. Ungkapannya itu dimuat di media utama milik kerajaan Malaysia dalam rubrik rencana (editorial) koran Utusan Malaysia (10/12/2012). Artikel tersebut tidak hanya menambah deretan isu yang dapat mengeruhkan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, tetapi juga sebenarnya merupakan bentuk fobia berlebihan yang ditampilkan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia tersebut.

Tuesday, December 18, 2012

Chatingan Dualisme dengan Prof. Mulyadhi Kartanegara



A alaikm prof.
12:38pmMulyadhi
wa'alaikum salam, apa kabar?
12:38pmHasyim
alhamdulilah prof. sehat
prof. sendiri ?
12:39pmMulyadhi
sehat-sehat aja. Malah merasa lebih sehat dari sebelumnya.
12:39pmHasyim
al-hamdulillah. boleh gak saat ol gini saya ngaji dg prof...
12:39pmMulyadhi
boleh aja... silahkan

Asas Relasi & Solidaritas Orang Bugis di Tanah Melayu

“Melayu dan Bugis” apabila merujuk kepada istilah sukubangsa di kawasan Kepulauan Melayu Nusantara merupakan dua gabungan etnik suku yang memiliki latar belakang sejarah interaksi ekonomi dan perdagangan yang telah terjalin sejak beberapa abad sebelum dan sesudah ditaklukkannya kerajaan Melayu Melaka oleh Portugis pada tahun 1511 M. 

Unas Ulangan: Kebijakan Menyelamatkan Siswa?

Ujian Nasional (Unas) yang sudah mulai dilaksanakan pada tahun ini lebih dipercepat jadwal pelaksanaannya jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu ditempuh karena unas kali ini mengenal dua kebijakan, yakni ujian utama dan ujian ulangan. Bagi siswa yang tidak lulus di ujian utama, bisa mengikuti ujian ulangan.
 
Menurut Departemen Pendidikan Nasional, penyelenggaraan unas ulangan baru mulai diberlakukan pada tahun 2010. Kebijakan ini memberikan kesempatan yang luas kepada sekolah dan siswanya agar bisa mencapai tahap kelulusan yang maksimal. Dalam konteks individu dan masyarakat, unas ulangan bisa menjadi “jalan selamat” bagi siswa yang gagal di ujian utama sekaligus menjadi penawar bagi meredam isu penolakan terhadap unas seperti yang pernah marak sebelumnya.

Membangun Keilmuan Integratif Berbasis MK. PAI di Perguruan Tinggi

M. Hasyim Mustamin


Abstrak

Materi Pendidikan Agama Islam merupakan mata kuliah dasar umum (MKDU) yang diajarkan di PTN/PTS pada setiap sesi tahun ajaran baru dimana setiap mahasiswa yang beragama Islam wajib mengikuti dan lulus mata kuliah ini. Kandungan materi pengajarannya memuat tentang aspek-aspek yang bersifat normatif dan doktrinal tentang ajaran dan nilai-nilai islam yang bertujuan untuk diinternalisasikan dan dipraktekkan sehingga betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri setiap mahasiswa.

Sunday, December 9, 2012

Menggugah Kesadaran


Terlalu banyak aspek yang mengalpakan dalam hidup ini yang sering mengaburkan kewarasan dan kesadaran hakikat diri kita. Realitas yang dikecapi dan  dilalui meninggalkan banyak celah yang dapat menggugat kesadaran. Persoalan individu, keluarga, sosial dan global tak jarang menjadi aral melintang dan menghalang kesadaran. Padahal kesadaran biasanya akan timbul jika diperlakukan secara tidak adil.